IGEX 2026 Bandung Sukses Hadirkan 85.000 Kunjungan Mal, 1.600 Peserta Esports, dan Kolaborasi AI untuk Masa Depan Indonesia
Indonesia Game Experience 2026 di Cihampelas Walk Bandung mempertemukan komunitas gaming, industri teknologi, pelaku usaha, dan generasi muda. APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 turut mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.BANDUNG, 27 Oktober 2026 — Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 sukses diselenggarakan pada 22–25 Oktober 2026 di Cihampelas Walk (Ciwalk) Mall, Bandung. Menggabungkan pengalaman gaming, kompetisi esports, bazaar komputer dan gadget, aktivitas pop culture, serta seminar teknologi, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara komunitas, industri, dan masyarakat luas.Berdasarkan catatan kunjungan mal yang menjadi acuan penyelenggara, selama empat hari penyelenggaraan tercatat total 85.000 kunjungan. Lokasi acara yang berada di Main Atrium dan area Lower Ground, yang merupakan pusat aktivitas mal, memberikan eksposur luas bagi kegiatan dan peserta pameran.Rincian catatan kunjungan harian meliputi 10.000 kunjungan pada Kamis, 22 Oktober; 15.000 pada Jumat, 23 Oktober; 25.000 pada Sabtu, 24 Oktober; dan 35.000 pada Minggu, 25 Oktober 2026. Angka tersebut merupakan catatan kunjungan mal, bukan penghitungan pengunjung unik yang terverifikasi memasuki area acara.Selain menjadi destinasi hiburan, IGEX 2026 juga menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan perangkat komputer, teknologi gaming, simulasi, virtual reality (VR), serta berbagai inovasi digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.1. Sebanyak 1.600 Peserta Meramaikan Kompetisi EsportsSalah satu daya tarik utama IGEX 2026 Bandung adalah kompetisi esports yang diikuti sekitar 1.600 peserta, dengan total hadiah mencapai Rp50 juta.Enam judul game yang dipertandingkan adalah:Point BlankAudition AyoDanceVALORANTMobile Legends: Bang BangFree FireHonor of KingsKompetisi tersebut menghadirkan persaingan antarpemain sekaligus menjadi wadah bagi komunitas gaming untuk bertemu, mengasah kemampuan, dan membangun jejaring.Esports kini berkembang melampaui aktivitas bermain game. Di balik kompetisi, terdapat kebutuhan terhadap perangkat komputer, jaringan internet, perangkat lunak, penyelenggaraan acara, produksi konten, pemasaran digital, serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknologi.Melalui IGEX, pengunjung juga dapat mencoba pengalaman gaming PC, VR, dan driving simulator, sekaligus melihat perkembangan perangkat serta ekosistem pendukung industri gaming.2. APTIKNAS TECHSUMMIT 2026: Membahas Masa Depan AI dan Ekonomi CerdasBersamaan dengan IGEX 2026, APTIKNAS menyelenggarakan APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 – 12th Edition, dengan tema:“AI-Native Indonesia 2026: From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy.”Seminar yang diikuti sekitar 150 peserta ini membahas bagaimana kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat diterapkan dalam dunia usaha, pemerintahan, pendidikan, dan industri.Pembahasan mencakup Agentic AI dan otomatisasi perusahaan, infrastruktur AI dan data center, keamanan siber, smart city, pemerintahan digital, robotika, Physical AI, edge computing, serta kesiapan tenaga kerja menghadapi transformasi digital.Konsep Agentic AI merujuk pada sistem AI yang mampu menjalankan rangkaian tugas untuk mencapai tujuan tertentu dengan tingkat kemandirian yang sesuai rancangan. Sementara itu, Physical AI menghubungkan kecerdasan buatan dengan sistem fisik, seperti robot dan perangkat cerdas, agar dapat berinteraksi dengan lingkungan nyata.Bagi pelaku usaha, perkembangan ini membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses operasional, dan mengembangkan layanan baru. Namun, penerapannya juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, tata kelola, dan investasi infrastruktur.Sejumlah pembicara dari pemerintah, industri, asosiasi, dan akademisi hadir untuk memberikan perspektif lintas disiplin. Mereka antara lain Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc.; Fanky Christian; Michael Edward; Ryoka Putra Agitama; Yolanda Roring; Assoc. Prof. Muharman Lubis; Dr. Septiana Ayus Estri Mahani; serta Miryam Ariadne Sigarlaki.Dalam pemberitaan BISKOM mengenai kegiatan ini, Soegiharto Santoso menekankan pentingnya menerapkan AI secara nyata, mengukur manfaatnya, menjaga keamanannya, dan menjadikannya bagian dari strategi pertumbuhan usaha. Ia juga mendorong Indonesia agar tidak berhenti sebagai konsumen teknologi, tetapi mampu menghasilkan inovasi dan produk yang berdaya saing global.Pesan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang mengadopsi teknologi baru, melainkan juga membangun kemampuan manusia, menciptakan nilai ekonomi, dan memperkuat industri nasional.3. Kolaborasi Gaming, Pop Culture, dan TeknologiIGEX 2026 Bandung menghadirkan beragam kegiatan untuk menjangkau pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari gamer dan komunitas esports hingga keluarga, mahasiswa, penggemar pop culture, dan pencinta teknologi.Selain kompetisi esports, pengunjung dapat menikmati Computer & Gadget Bazaar, Free to Play E-Sports PC, VR dan driving simulator, serta kegiatan pop culture yang mencakup Wannabe Star Performance, Idol Star Performance, cosplay parade, dan coswalk competition.Kombinasi tersebut mempertemukan hiburan dan teknologi dalam satu pengalaman. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan kompetisi, tetapi juga mengenal perangkat, mencoba teknologi interaktif, bertemu komunitas, dan melihat peluang kreativitas digital.Industri game memiliki keterkaitan dengan banyak bidang, termasuk desain, animasi, musik, pengembangan perangkat lunak, komputasi awan, pemasaran digital, dan kecerdasan buatan. Karena itu, pertumbuhan industri gaming dapat membuka ruang bagi talenta kreatif dan pelaku usaha dari berbagai latar belakang.Menurut Hendri Andrigo Sutanto ketua AGKDI selaku host dari acara IGEX 2026 adalah “IGEX kami hadirkan sebagai ruang pertemuan bagi komunitas game, kreator konten digital, pelaku industri, mitra teknologi, dan masyarakat untuk saling terhubung serta membuka peluang kolaborasi.Kami melihat gaming bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menciptakan peluang di bidang teknologi, pengembangan game, desain, produksi konten, dan pengembangan talenta muda. Melalui IGEX 2026 Bandung, kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal potensi industri game dan konten digital Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi yang berkelanjutan antara komunitas, industri, asosiasi, dan pemerintah. Kami berterima kasih kepada seluruh sponsor, publisher, mitra, peserta, komunitas, dan pengunjung yang telah menjadi bagian dari IGEX 2026 Bandung. Kami berharap IGEX terus berkembang menjadi platform yang memperkuat industri game dan konten digital Indonesia serta membuka peluang bagi talenta lokal untuk bersaing di tingkat internasional.”4. Dukungan Sponsor dan Publisher IndustriPenyelenggaraan IGEX 2026 Bandung didukung kolaborasi berbagai mitra industri teknologi, telekomunikasi, perangkat komputer, gaming, dan penerbit game.Sponsor utama: Taiwan Excellence, Telkomsel, dan IndiHome.Sponsor pendukung: Samsung, AMD, Lexar, ASRock, Gigabyte, TEAMGROUP, Kingston, HYTE, Paradox Gaming, Ryunix, Nemesis, Cube Gaming, Antec, Super Flower, Armageddon, Thrustmaster, Aolion, Bambu Lab, dan LAN Game.Publisher pendukung: Megaxus, Zepetto, Haya, LINE Games, dan IGG.Kolaborasi ini memperlihatkan keterlibatan beragam pelaku industri dalam mendukung kegiatan gaming dan teknologi. Kehadiran mereka juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal produk, layanan, dan perkembangan teknologi yang digunakan dalam ekosistem digital.5. Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Digital IndonesiaPembukaan IGEX Bandung pada 22 Oktober 2026 turut menghadirkan perwakilan pemerintah, asosiasi, dan industri, termasuk Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI; Ir. Soegiharto Santoso, S.H.; Amy Hsiao, Direktur Taiwan Trade Center Jakarta; Putro Dewanto, General Manager Household Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel; Fanky Christian; Andi Tanudiredja; serta Anton Budyana.Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ekosistem game dan teknologi digital, mulai dari pengembangan talenta hingga perluasan peluang usaha.Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Umum AGKDI dan Ketua DPD APTIKNAS Jakarta, bersama Andi Tanudiredja, juga mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong keberlangsungan roadshow game yang telah memasuki tahun kelima. Rangkaian IGEX menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan kegiatan gaming dan kreativitas digital di berbagai kota di Indonesia.Ke depan, kesinambungan kegiatan seperti IGEX diharapkan dapat memperkuat hubungan antara komunitas, pengembang game, pelaku usaha, mitra teknologi, dan institusi pendidikan. Dengan demikian, industri gaming dapat berkembang tidak hanya sebagai sektor hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekonomi kreatif dan transformasi digital nasional.6. IGEX 2026 Berlanjut ke TangerangSetelah sukses di Bandung, rangkaian Indonesia Game Experience 2026 dijadwalkan berlanjut ke Tangcity Mall, Tangerang, pada 19–22 November 2026.Penyelenggaraan di kota berikutnya diharapkan kembali menghadirkan pengalaman gaming, kompetisi, teknologi, dan kegiatan komunitas, sekaligus memperluas kesempatan kolaborasi bagi pelaku industri dan generasi muda.IGEX 2026 membawa pesan bahwa gaming dan teknologi dapat menjadi jembatan antara hiburan, kreativitas, pendidikan, inovasi, dan peluang bisnis. Sementara itu, APTIKNAS TECHSUMMIT menegaskan bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia membutuhkan penerapan teknologi yang bermanfaat, sumber daya manusia yang siap, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.IGEX 2026 — The Biggest Gaming Festival in Indonesia. It’s the Next Level.
90.000 Pengunjung Padati IGEX 2026 Surabaya: Empat Hari, Dua Hall, Ribuan Gamer dan Komunitas Tumpah di Ciputra World
Indonesia Game Experience 2026 Surabaya membuktikan bahwa gaming, teknologi, esports, cosplay, pop culture, dan komunitas dapat menjadi magnet baru bagi generasi muda sekaligus membuka peluang besar bagi industri kreatif digital Indonesia.SURABAYA, 27 September 2026 — Gelaran Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 Surabaya resmi menutup rangkaian acaranya pada Minggu, 27 September 2026, setelah berlangsung selama empat hari, 24–27 September 2026, di Ciputra World Surabaya.Menggunakan dua area utama, yaitu V-Junction Hall dan Rotunda, IGEX 2026 Surabaya berhasil menghadirkan perpaduan antara gaming, esports, teknologi, digital lifestyle, cosplay, pop culture, komunitas, edukasi, hingga entertainment dalam satu ekosistem event.Yang menarik, berdasarkan catatan jumlah pengunjung dari pihak mall, trafik pengunjung selama empat hari mencapai sekitar 90.000 orang. Pada Kamis dan Jumat tercatat masing-masing sekitar 15.000 pengunjung per hari, sementara Sabtu dan Minggu meningkat menjadi sekitar 30.000 pengunjung per hari.Angka tersebut menunjukkan bagaimana pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan event.Ciputra World Surabaya memiliki posisi strategis dengan area event yang berada dekat dengan pusat makanan, jajanan, retail, dan aktivitas lifestyle mall yang memiliki trafik tinggi. Akibatnya, IGEX tidak hanya dikunjungi oleh mereka yang memang datang untuk mengikuti acara gaming, tetapi juga berhasil menangkap spontaneous traffic dari pengunjung mall.Dengan kata lain, pengunjung datang bukan hanya karena mencari event gaming—tetapi mereka menemukan pengalaman IGEX ketika sedang berada di mall.Bukan Sekadar Festival GameSejak awal, IGEX memang dirancang dengan konsep yang lebih luas dari sekadar kompetisi game.Bagi generasi muda, gaming hari ini telah berkembang menjadi bagian dari lifestyle, entertainment, social interaction, content creation, teknologi dan bahkan peluang ekonomi kreatif.Konsep tersebut sejalan dengan visi AGKDI untuk mendorong Indonesia menjadi pusat industri game dan konten digital berbasis budaya yang berkelas dunia serta memberikan kontribusi terhadap ekonomi kreatif nasional dan global. (AGKDI)Ketua Umum AGKDI Hendri Andrigo Sutanto menempatkan IGEX sebagai salah satu platform untuk mempertemukan berbagai elemen tersebut.“IGEX kami bangun bukan sekadar sebagai festival untuk bermain game. Kami ingin menciptakan ruang di mana gamer, developer, publisher, content creator, komunitas, brand teknologi, akademisi, pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dapat bertemu, berinteraksi dan menciptakan peluang baru.”“Misi AGKDI adalah membangun ekosistem industri game dan konten digital Indonesia yang sehat, profesional, berkelanjutan dan memiliki identitas budaya. Karena itu, IGEX kami dorong menjadi ruang untuk mempertemukan teknologi, kreativitas, budaya dan komunitas dalam satu pengalaman yang nyata.”Pernyataan tersebut sejalan dengan posisi AGKDI yang menempatkan pengembangan talenta, kolaborasi industri, peningkatan daya saing produk lokal dan promosi internasional sebagai bagian dari misi organisasi. (AGKDI)Hendri juga melihat keberhasilan Surabaya sebagai sinyal positif bahwa kota-kota besar di Indonesia memiliki potensi komunitas digital yang sangat besar.“Surabaya dan Jawa Timur memiliki komunitas gamer, kreator, developer dan anak muda yang sangat aktif. Kesuksesan IGEX di Surabaya menunjukkan bahwa ketika industri memberikan ruang yang tepat, mereka datang, berpartisipasi dan menciptakan energi yang luar biasa.”2.500 Gamer Adu Skill di 7 Game EsportsSalah satu magnet terbesar IGEX 2026 Surabaya adalah kompetisi esports.Sekitar 2.500 gamer dari Surabaya dan berbagai kota di sekitarnya mengikuti kompetisi yang mempertandingkan sejumlah judul game populer, yaitu:🎮 AyoDance PC🎮 AyoDance Mobile🎮 Point Blank🎮 Valorant🎮 Mobile Legends🎮 Free FireRangkaian pertandingan berlangsung dengan atmosfer kompetitif yang tinggi hingga mencapai babak final pada hari terakhir.Bagi komunitas, esports bukan hanya mengenai siapa yang menang. Turnamen menjadi ruang bertemu, membangun networking, menunjukkan kemampuan, membuat konten dan memperkuat komunitas lokal.Bahkan salah satu turnamen AyoDance IGEX Surabaya secara resmi mencatat penyelenggaraan pada 27 September 2026, sementara turnamen Free Fire berlangsung pada 26–27 September dengan pendaftaran gratis. (Portal Web Audition AyoDance)TechSummit: Gaming Bertemu AI dan Teknologi Masa DepanIGEX 2026 Surabaya juga memperluas cakupan ke dunia teknologi melalui APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 – 11th Edition.Mengangkat tema:“AI-Native Indonesia 2026: From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy”TechSummit berlangsung di V-Junction Hall dan membahas berbagai isu teknologi masa depan, mulai dari Agentic AI & Enterprise Automation, AI Infrastructure & Data Center, Cybersecurity, Smart City & Digital Government, Robotics & Physical AI, Edge Computing & AIoT, Future Workforce & Digital Talent hingga Green AI & Sustainable Technology. (Biskom)Kegiatan ini diikuti sekitar 150 praktisi dan peminat teknologi informasi, memperlihatkan bahwa IGEX juga memiliki ruang bagi kalangan profesional dan industri.Bagi pelaku industri, kombinasi antara gaming + technology + business networking ini menjadi salah satu nilai tambah IGEX dibandingkan festival gaming konvensional.Cosplay, Wannabe Star hingga Pop CultureDi sisi entertainment, suasana IGEX semakin hidup melalui berbagai program komunitas.Sekitar 100 cosplayer ikut ambil bagian dalam rangkaian Cosplay Party, Coswalk dan Cosplay Parade.Selain itu, program Wannabe Star menghadirkan berbagai performer yang mengisi panggung IGEX sepanjang Jumat hingga Minggu.Antusiasme juga datang dari komunitas K-Pop dan J-Pop, yang ikut meramaikan berbagai aktivitas panggung, performance dan komunitas.Puncaknya berlangsung pada hari terakhir melalui Noraebang Party, cosplay, performance komunitas dan berbagai aktivitas entertainment lainnya.Semua aktivitas utama IGEX 2026 Surabaya tersebut dapat diikuti masyarakat tanpa biaya masuk, sehingga barrier untuk datang dan berpartisipasi menjadi sangat rendah.90.000 Pengunjung: Pelajaran Penting untuk Brand dan Event MarketingSalah satu data paling menarik dari IGEX 2026 Surabaya adalah 90.000 kunjungan selama empat hari, berdasarkan catatan pengunjung mall yang menjadi basis data trafik event.Data tersebut memberikan insight penting bagi brand dan event organizer.Weekend menjadi momentum terbesar, dengan sekitar 60.000 kunjungan dalam dua hari.Sementara itu, penempatan venue di area mall yang dekat dengan food & beverage, lifestyle dan high-traffic zone memberikan keuntungan tambahan: event dapat menjangkau bukan hanya target audience yang sudah ditentukan, tetapi juga walk-in audience.Bagi brand, ini berarti kesempatan untuk menciptakan real-world touchpoint dengan konsumen.Bagi komunitas, ini berarti semakin besar peluang mendapatkan anggota baru.Bagi developer dan kreator, ini berarti semakin besar exposure.Dan bagi Gen Z, ini berarti satu hal:Datang ke mall bukan cuma buat makan atau nongkrong—bisa sekalian masuk ke dunia gaming, teknologi, cosplay, esports dan pop culture.Kenapa IGEX Relevan untuk Gen Z?Generasi muda tidak lagi mencari event yang hanya menawarkan satu aktivitas.Mereka mencari experience.Mereka ingin bermain.Mereka ingin membuat konten.Mereka ingin bertemu komunitas.Mereka ingin melihat teknologi terbaru.Mereka ingin cosplay.Mereka ingin berkompetisi.Mereka ingin mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan ke media sosial.Inilah yang menjadi kekuatan konsep Indonesia Game Experience.IGEX tidak memosisikan gamer hanya sebagai penonton, tetapi sebagai participant.Datang ke event bukan hanya untuk melihat booth, tetapi untuk mencoba produk, bermain, bertanding, berfoto, tampil di panggung, bertemu komunitas dan menciptakan konten.Surabaya Menjadi Bukti Besarnya Ekosistem Digital Jawa TimurBagi AGKDI, keberhasilan IGEX 2026 Surabaya juga memiliki makna yang lebih strategis.Sebelumnya, IGEX Surabaya 2025 telah menjadi salah satu momentum untuk mempertemukan gamer, developer, pemerintah, komunitas dan UMKM dalam ekosistem digital. (AGKDI)Dalam artikel Biskom sebelum pelaksanaan IGEX 2026 Surabaya, penyelenggara juga menegaskan bahwa Surabaya menjadi momentum untuk mengembangkan talenta lokal Jawa Timur, memperluas akses pasar serta menghubungkan pelaku industri daerah dengan jaringan nasional dan internasional. (Biskom)Keberhasilan 2026 memperkuat tesis tersebut. Surabaya bukan hanya pasar. Surabaya adalah bagian penting dari ekosistem industri game, teknologi dan ekonomi kreatif Indonesia.IGEX Berikutnya: Jangan Hanya Jadi PenontonKesuksesan IGEX 2026 Surabaya memberikan pelajaran penting bahwa event gaming masa kini harus bergerak dari konsep “come and watch” menjadi “come and experience.”Brand tidak cukup hanya memasang booth.Komunitas tidak cukup hanya membuat gathering.Developer tidak cukup hanya memamerkan game.Event harus memberikan alasan bagi audience untuk datang, mencoba, berinteraksi, membuat konten dan kembali lagi.Dengan 90.000 kunjungan selama empat hari, 2.500 gamer yang berkompetisi, 150 peserta TechSummit, sekitar 100 cosplayer serta ribuan penggemar K-Pop dan J-Pop, IGEX 2026 Surabaya menunjukkan bahwa ekosistem ini memiliki audience yang besar dan aktif.Seperti visi AGKDI, game dan konten digital dapat menjadi bagian dari budaya, inovasi dan ekonomi kreatif—bukan sekadar hiburan. (AGKDI)Dan bagi Hendri Andrigo Sutanto, perjalanan ini masih panjang.“Keberhasilan Surabaya bukanlah garis akhir. Ini justru menjadi energi untuk membawa IGEX ke level berikutnya. Kami ingin semakin banyak developer, creator, komunitas, brand, sekolah, kampus dan pelaku industri terlibat. Karena ekosistem hanya bisa tumbuh kalau kita membangunnya bersama.”IGEX 2026 Surabaya mungkin sudah selesai. Tetapi experience-nya baru saja dimulai.Game. Technology. Community. Culture. Creativity.Indonesia Game Experience — It’s The Next Level.
IGEX 2026 Yogyakarta Sukses Besar: 60.000 Pengunjung Gebrak Empat Hari Pesta Gaming & Industri Kreatif Digital
YOGYAKARTA, 16 Agustus 2026 — Gelaran megah Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 Yogyakarta resmi ditutup dengan pencapaian yang sangat impresif. Selama empat hari penuh perhelatan (13–16 Agustus 2026) di Sleman City Hall, pameran dan festival gaming terbesar di Indonesia ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa sebanyak 60.000 pengunjung, mengukuhkan posisinya sebagai kiblat utama pertumbuhan ekosistem digital tanah air.Berdasarkan catatan resmi dari pihak pengelola mall, eskalasi pengunjung terakumulasi secara signifikan dari hari ke hari:Kamis, 13 Agustus: 5.000 pengunjung (Opening & TechSummit)Jumat, 14 Agustus: 6.500 pengunjung (Community & Showcase)Sabtu, 15 Agustus: 20.000 pengunjung (Esports & Pop Culture Day)Minggu, 16 Agustus: 28.500 pengunjung (Peak Day – Grand Finals & Cosplay Parade)Sinergi Lintas Sektor: Lebih Dari Sekadar PameranIGEX 2026 Yogyakarta berhasil memadukan seluruh pilar ekosistem kreatif digital ke dalam satu atap. Selain dibanjiri puluhan ribu masyarakat umum dan pencinta game, ajang ini mempertemukan aktor-aktor kunci industri:1.000+ Gamers & Atlet Esports: Bertanding dalam turnamen berstandar nasional untuk judul-judul game PC & Mobile ternama.250+ Talenta Pop Culture: Terdiri dari cosplayer, kompetitor coswalk, idol group, serta stage performers yang menyemarakkan panggung utama.150+ Delegasi & Eksekutif Industri: Menghadiri APTIKNAS TechSummit 2026 dan seminar intensif yang membahas topik strategis seperti Agentic AI, Physical AI, Hardware Roadmap, hingga perlindungan HAKI/IP Law bagi pengembang game nasional.Pengunjung juga dimanjakan dengan Free-to-Play Experience Zone (rig PC gaming berspesifikasi tinggi, VR simulator, dan racing simulator), pameran teknologi & gadget bazaar, hingga ruang community gathering yang hangat.Transformasi Strategis: Dari Game Show Menjadi Gerakan Industri NasionalKeberhasilan IGEX 2026 Yogyakarta mendapat sorotan tajam dari media nasional. Sebagaimana diulas oleh majalah teknologi BISKOM (15 Agustus 2026), IGEX telah melampaui batas format game show konvensional seperti saat mengawali jalannya di Jakarta.IGEX kini menjelma menjadi sebuah Gerakan Nasional (National Movement) yang solid, berfungsi sebagai hub terintegrasi yang menghubungkan talents, gamer, developer lokal, publisher, produsen teknologi, investor, hingga pemangku kebijakan (stakeholders) untuk mempercepat akselerasi ekonomi digital Indonesia.Pernyataan Resmi Pimpinan AsosiasiHendri Andrigo, Chairman of AGKDI (Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia):“IGEX 2026 Yogyakarta membuktikan secara nyata bahwa antusiasme gamer dan komunitas digital Indonesia sangat luar biasa besar. Dengan hadirnya 60.000 pengunjung selama empat hari, kami menegaskan bahwa gaming bukan lagi sekadar sarana hiburan, melainkan pilar strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif dan digital masa depan.”“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya kepada seluruh komunitas, atlet esports, cosplayer, pelaku industri, sponsor, media, pemerintah, serta masyarakat Yogyakarta yang telah menghadirkan energi luar biasa. Dukungan ini menjadi bahan bakar bagi AGKDI untuk terus mengawal industri game Indonesia agar semakin profesional, inovatif, dan mampu menjadi pemain utama di level global.”“Yogyakarta bukanlah akhir, melainkan satu pijakan penting dalam perjalanan besar kita. Sampai jumpa di kota berikutnya — IGEX Surabaya, September 2026!”Destinasi Selanjutnya: Menuju IGEX Surabaya 2026Melanjutkan momentum emas ini, rangkaian roadshow nasional Indonesia Game Experience akan menyapa Kota Pahlawan pada 24–27 September 2026 di Surabaya. Perhelatan mendatang dipastikan hadir dengan skala yang lebih megah, jangkauan teknologi yang lebih luas, serta partisipasi komunitas yang semakin solid.Tentang Indonesia Game Experience (IGEX)Indonesia Game Experience (IGEX) adalah festival gaming, esports, pop culture, dan teknologi digital terbesar di Indonesia. Mengusung semangat “One Experience. Endless Impact”, IGEX hadir dari gamer, untuk ekosistem, demi kemajuan Indonesia.Website Resmi: www.igex.co.idInstagram: @indonesiagameexperienceEmail Media & Kerjasama: info@igex.co.idDukungan Organisasi: APKOMINDO, APTIKNAS, PERATIN
IGEX 2026 Jakarta Sukses Besar! Ribuan Gamers, Cosplayer, dan Komunitas Pop Culture Ramaikan Gajah Mada Plaza
Jakarta, 27 Juli 2026 – Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 Jakarta resmi berakhir dengan antusiasme luar biasa. Selama empat hari penyelenggaraan pada 23–26 Juli 2026 di Gajah Mada Plaza, Jakarta, festival gaming dan teknologi ini berhasil menghadirkan lebih dari 2.000 gamers, 50 cosplayer, serta ribuan anggota komunitas game, esports, anime, cosplay, K-Pop, hingga pop culture dari berbagai daerah di Indonesia.Diselenggarakan oleh Digitalife Nusantara, bersama AGKDI (Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia), APTIKNAS, serta didukung oleh Taiwan Excellence, Telkomsel, dan puluhan brand teknologi ternama, IGEX 2026 kembali membuktikan bahwa industri game Indonesia terus berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif yang menjanjikan.Festival ini menghadirkan pengalaman lengkap mulai dari turnamen esports, bazaar komputer dan gadget, free play gaming zone, VR & driving simulator, seminar teknologi, cosplay parade, idol performance, hingga berbagai aktivitas komunitas yang dipadati pengunjung dari pagi hingga malam.Pembukaan Resmi Penuh Dukungan Industri dan PemerintahOpening Ceremony IGEX 2026 dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari pemerintah, industri, dan asosiasi.Dalam Laporan Penyelenggara, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), Ketua Umum APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional), Ketua Dewan Pengawas AGKDI (Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia), serta Ketua Penyelenggara IGEX 2026, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi salah satu kekuatan industri game dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.Beliau menegaskan bahwa IGEX 2026 bukan sekadar festival game, tetapi merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, industri, komunitas, pelajar, mahasiswa, content creator, game developer, hardware brand, investor, hingga pelaku UMKM digital dalam satu ekosistem yang saling mendukung.Dalam laporannya, beliau juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan IGEX 2026 Roadshow akan hadir di lima kota besar Indonesia, dimulai dari Jakarta, dilanjutkan ke Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Tangerang. Melalui rangkaian tersebut, IGEX menargetkan lahirnya lebih banyak talenta digital, meningkatnya kolaborasi industri, serta semakin luasnya kesempatan bagi generasi muda untuk berkarya di bidang game, esports, Artificial Intelligence (AI), konten digital, dan teknologi kreatif.Amy Hsiao, Director Taiwan Trade Center Jakarta (TAITRA Jakarta), menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan industri gaming Indonesia yang sangat pesat. Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Taiwan akan semakin erat, khususnya dalam menghadirkan teknologi gaming, AI, hardware, dan inovasi digital terbaik bagi generasi muda Indonesia.Mall Director Gajah Mada Plaza, Pahala Situmeang, mengungkapkan kebanggaannya karena Gajah Mada Plaza kembali menjadi rumah bagi ribuan komunitas kreatif yang mampu menghadirkan energi positif sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan.Sekretaris Jenderal APTIKNAS, Fanky Christian, menegaskan bahwa dunia game saat ini bukan hanya hiburan, melainkan industri digital bernilai tinggi yang membuka banyak peluang karier di bidang teknologi, konten kreatif, AI, hingga esports.Perwakilan Telkomsel, Mustakim Wahyudi, menyampaikan komitmen Telkomsel dalam mendukung perkembangan esports Indonesia melalui jaringan digital yang semakin kuat sehingga mampu menghadirkan pengalaman bermain yang lebih baik bagi seluruh gamer Indonesia.Sementara itu, Muhammad Neil El Himam, M.Sc., Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, yang diwakilkan oleh Tri Wahyudi S.T, Direktur Aplikasi, mengajak seluruh pelaku industri untuk terus menciptakan karya digital Indonesia yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus memiliki daya saing internasional.Acara pembukaan kemudian secara resmi dibuka oleh Dr. Feri Arlius, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Republik Indonesia, yang menekankan bahwa budaya digital harus menjadi ruang kolaborasi kreatif bagi generasi muda Indonesia.TECHSUMMIT 2026: AI Menjadi Masa Depan Industri IndonesiaSalah satu agenda utama IGEX 2026 adalah TECHSUMMIT APTIKNAS 2026 bertema:”AI-Native Indonesia 2026 – From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy”Seminar ini dihadiri oleh pelaku industri, mahasiswa, profesional IT, startup, dan komunitas teknologi.Beberapa materi penting yang menjadi sorotan antara lain:Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc.Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan – Kementerian Kebudayaan RIBeliau menjelaskan bahwa transformasi digital harus mampu memperkuat pelestarian budaya Indonesia melalui pemanfaatan Artificial Intelligence, digitalisasi aset budaya, serta pembangunan infrastruktur budaya berbasis teknologi.Fanky ChristianSekretaris Jenderal APTIKNASMenjelaskan bahwa Indonesia harus segera membangun ekosistem AI yang kuat melalui kolaborasi pemerintah, industri, kampus, dan komunitas agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi.Ryoka Putra AgitamaPresales Engineer – VST ECS IndonesiaMembahas kesiapan infrastruktur AI modern, data center, cloud computing, serta pentingnya GPU server untuk mendukung perkembangan Artificial Intelligence di Indonesia.Bayu Artha SenoCountry Sales Representative – Kingston TechnologyMenjelaskan bagaimana perkembangan AI membutuhkan memori dan storage berkecepatan tinggi agar proses komputasi dapat berjalan optimal pada berbagai sektor industri.Vincent Suriadinata, S.H., M.H.Kepala Bidang Hukum & HAKI AGKDIMenyampaikan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di era AI, termasuk perlindungan karya digital, game, aset virtual, dan konten kreatif Indonesia.Yolanda RoringDirektur Marketing – PT Masterdata Digital CyberindoMenjelaskan bagaimana keamanan siber menjadi fondasi utama dalam implementasi AI agar transformasi digital dapat berlangsung secara aman, terpercaya, dan berkelanjutan.Diskusi panel yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan AI sebagai peluang karier dan bisnis masa depan.Esports dan Pop Culture Jadi Magnet PengunjungSepanjang empat hari acara, area esports tidak pernah sepi.Ratusan pertandingan dari berbagai kategori berhasil menghadirkan atmosfer kompetitif yang sportif dan penuh semangat. Para peserta berasal dari komunitas kampus, sekolah, hingga tim esports independen.Di sisi lain, Cosplay Parade menghadirkan lebih dari 50 cosplayer dengan berbagai karakter favorit dari anime, game, hingga budaya pop internasional.Suasana semakin meriah dengan penampilan idol performance, random play dance, mini games, serta berbagai aktivitas komunitas yang membuat IGEX menjadi festival yang dinikmati seluruh keluarga.Area bazaar teknologi juga dipenuhi pengunjung yang mencoba berbagai produk gaming terbaru, PC performa tinggi, perangkat AI, VR simulator, hingga driving simulator secara gratis.Terima Kasih Jakarta!Kesuksesan IGEX 2026 Jakarta tidak lepas dari dukungan pemerintah, sponsor, komunitas, media, tenant, exhibitor, volunteer, dan seluruh pengunjung yang telah menciptakan suasana festival yang aman, meriah, dan penuh semangat kolaborasi.Lebih dari sekadar pameran game, IGEX telah menjadi ruang bertemunya teknologi, kreativitas, budaya digital, esports, dan komunitas dalam satu festival nasional.Sampai Jumpa di IGEX 2026 Yogyakarta!Perjalanan Indonesia Game Experience 2026 belum selesai.IGEX 2026 akan kembali hadir di Yogyakarta pada:📅 13–16 Agustus 2026📍 Sleman City Hall, YogyakartaMengusung semangat kreativitas, inovasi, dan kolaborasi, penyelenggaraan di Yogyakarta akan semakin istimewa karena berlangsung dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Akan hadir lebih banyak turnamen esports, kompetisi cosplay, seminar teknologi, bazaar gaming, AI experience, komunitas kreatif, hingga berbagai aktivitas seru yang siap menjadi panggung bagi talenta muda Indonesia.Siapkan tim terbaikmu, kostum terbaikmu, ide terbaikmu, dan semangat juangmu.Mari rayakan teknologi, kreativitas, esports, dan kemerdekaan Indonesia bersama di IGEX 2026 Yogyakarta!See You in Jogja! 🇮🇩🎮🔥
Game Mobile The God of Highschool Legends ResmiHadir di Indonesia, Perkuat Ekosistem IndustriGame Nasional
Industri game Indonesia kembali menunjukkan perkembangan yang positif dengan hadirnya game mobile terbaru berjudul The God of Highschool Legends. Game bergenre Action RPG berbasis gatcha ini resmi diluncurkan oleh GAMES+ sebagai publisher game mobile asal Indonesia yang terus memperluas kiprahnya di industri gaming nasional maupun internasional.Diadaptasi dari webtoon populer The God of Highschool, game ini menghadirkan perpaduan aksi cepat dengan sistem pertarungan strategis berbasis tim dan deck battle. Para pemain dapat membangun kombinasi karakter favorit dengan strategi skill yang unik untuk menciptakan sinergi pertarungan yang dinamis dan kompetitif.Mengangkat alur cerita yang setia pada versi originalnya, pemain akan diajak mengikuti perjalanan karakter-karakter ikonik seperti Jin Mori, Yoo Mira, dan Han Daewi dalam turnamen legendaris “God of Highschool”. Dukungan visual berkualitas tinggi serta desain artistik modern menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi penggemar webtoon maupun komunitas gamers secara umum.Beberapa fitur unggulan yang dihadirkan antara lain :• Sistem gacha untuk koleksi karakter favorit dari serial The God of Highschool• Tactical turn-based battle dengan mekanisme deck strategy• Mode permainan PvE dan PvP kompetitif• Pengembangan cerita original yang lebih luas• Beragam hadiah ekslusif untuk pemain pre-registrationPeluncuran resmi The God of Highschool Legends diselenggarakan melalui rangkaian acara Grand Launching selama tiga hari pada 8-10 Mei 2026 di Mall of Indonesia, Jakarta dan turut disiarkan secara live melalui aplikasi RCTI+ SuperApp.Acara ini dikemas sebagai festival komunitas yang menghadirkan berbagai aktivitas menarik seperti cosplay competitionm K-Pop dance cover competition, mini game challemge, hingga gathering komunitas anime dan gamer. Antusiasme pengunjung menunjukkan tingginya minat pasar Indonesia terhadap game berbasis intellectual property (IP) global berkualitas.Menurut Warren Haryputra Tanoesoedibjo selaku Game DIrector GAMES+, peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman gaming premium dengan pendekatan lokal yang kuat serta dukungan jaringan media yang luas.“Melalui peluncuran ini, kami berharap The God of Highschool Legends dapat diterima dengan baik oleh komunitas gamers Indonesia dan menjadi langkah awal bagi GAMES+ untuk berkembang sebagai publisher game terkemuka di tingkat nasional maupun global,” ujar Warren.Sementara itu, CEO ITOXI, Choi Chi Kyung, menyampaikan optimismenya terhadap pasar game Indonesia yang dinilai memiliki potensi sangat besar dan komunitas yang aktif.Kehadiran The God of Highschool Legends juga mendapat perhatian dari AGKDI (Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia) sebagai bagian dari perkembangan positif industri game nasional yang semakin terbuka terhadap kolaborasi global.Ketua AGKDI, Hendri Andrigo, menyampaikan bahwa peluncuran game seperti The God of Highschool Legends menjadi sinyal penting bahwa Indonesia kini diperhitungkan sebagai pasar sekaligus ekosistem strategis dalam industri game dunia.“AGKDI menyambutbaik hadirnya berbagai kolaborasi internasional di industri game Indonesia. Kehadiran The God of Highschool Legends bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekosistem kreatif digital nasional, mulai dari komunitas, esports, content creator, hingga talenta developer lokal. Kami berharap momentum seperti ini dapat terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri game di Asia Tenggara.”Ia juga menambahkan bahwa AGKDI terus mendorong terciptanya ekosistem industri game yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan melalui sinergi antara publisher, developer, komunitas, pemerintah, serta pelaku industri kreatif digital lainnya.Peluncuran The God of Highschool Legends menjadi bukti bahwa industri game Indonesia terus berkembang menuju level yang lebih kompetitif dan profesional, sekaligus memperlihatkan besarnya potensi pasar gaming nasional di masa depan.
AGKDI Perkuat Sinergi dengan Kementerian Kebudayaan RI untuk Akselerasi Industri Game Berbasis Budaya Indonesia melalui IGEX
Jakarta, 14 April 2026 — Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) melaksanakan audiensi resmi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah dan pelaku industri digital, khususnya dalam pengembangan industri game dan konten digital berbasis budaya Indonesia.Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Insan Abdirrohman, S.H., M.Si., selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital, beserta jajaran dari Direktorat Kebudayaan. Audiensi ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan visi antara pemerintah dan industri dalam mendorong percepatan transformasi digital yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya nasional.Dalam kesempatan tersebut, AGKDI menyampaikan laporan pelaksanaan program sepanjang tahun 2025, khususnya melalui penyelenggaraan Indonesia Game Experience (IGEX) sebagai platform utama pengembangan ekosistem game nasional. Kegiatan IGEX yang telah dilaksanakan di berbagai kota besar dinilai berhasil mendorong kolaborasi lintas sektor, meningkatkan partisipasi talenta muda, serta memperkuat posisi industri game sebagai bagian dari ekonomi kreatif Indonesia.Ketua Umum AGKDI, Hendri Andrigo Sutanto, menegaskan bahwa capaian IGEX 2025 menjadi fondasi strategis untuk pengembangan program di tahun berikutnya.“Melalui IGEX, kami tidak hanya menghadirkan ruang hiburan, tetapi juga membangun ekosistem yang mempertemukan industri, komunitas, dan pemerintah. Ini adalah langkah nyata dalam membentuk masa depan industri game Indonesia yang kuat dan berkarakter,” ujar Hendri.Selain pelaporan kegiatan, AGKDI juga memaparkan rencana program kerja tahun 2026 yang akan difokuskan pada percepatan industri game dan konten digital melalui pendekatan kolaboratif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta integrasi yang lebih kuat antara teknologi dan budaya Indonesia.Diskusi yang berlangsung turut menekankan pentingnya menjadikan budaya Indonesia sebagai fondasi utama dalam pengembangan konten digital, termasuk game. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan keunggulan kompetitif di tingkat global sekaligus memperkuat identitas nasional di era digital.“Game dan konten digital adalah medium baru dalam menyampaikan narasi budaya. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen utama konten berbasis budaya yang memiliki daya saing global,” tambah Hendri.AGKDI juga menegaskan bahwa percepatan industri membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta komunitas kreatif. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.Melalui pertemuan ini, AGKDI menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan industri game dan konten digital nasional, sekaligus menjadikan budaya Indonesia sebagai kekuatan utama dalam transformasi ekonomi kreatif di masa depan.Tentang AGKDIAsosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) merupakan organisasi yang menaungi pelaku industri game dan konten digital di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan ekosistem, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.


















